Rencana BlackBerry untuk melepas fitur BlackBerry Messenger menjadi multi-platform messenger tampaknya telah menjadi topik panas. Hal ini semakin dipicu oleh dirilisnya sebuah tweet oleh T-Mobile yang mengatakan bahwa BlackBerry Messenger akan siap dirilis pada 27 Juni mendatang. Namun isu yang dikeluarkan oleh perusahaan penyedia jaringan tersebut langsung dibantah oleh pihak BlackBerry.
Dalam sebuah laporan yang dirilis AppleInsider, pihak BlackBerry telah menyampaikan bantahan resmi atas isu tersebut. Melalui salah satu juru bicaranya, perusahaan asal Kanada ini mengatakan bahwa isi berita yang di-tweet oleh T-Mobile sama sekali tidak akurat. “Kami akan mengkomunikasikan berita-berita terbaru secepat mungkin,” ucap sang juru bicara.
Keputusan untuk mengubah paradigma BBM menjadi cross-platform atau multi-platform messenger pertama kali diumumkan oleh CEO Thorsten Heins pada bulan Mei, saat berlangsungnya acara BlackBerry Live 2013. Di sana, sang pria kelahiran Jerman yang telah berganti kewarganegaraan menjadi Kanada ini, mengatakan bahwa langkah strategis ini ditujukan untuk memperluas ekosistem dari BlackBerry, tak hanya dari perangkat, tetapi juga dari aplikasi.
BBM versi umum ini nantinya akan bisa dioperasikan di perangkat yang minimal telah menggunakan sistem iOS 6 dan Android 4.0. Beberapa pihak menyebutkan bahwa BBM akan mendapatkan persaingan yang ketat, karena harus langsung berhadap-hadapan dengan beberapa aplikasi messenger lainnya yang telah terkenal lebih dahulu, seperti WhatsApp, Line, WeChat, dan Apple iMessage.
Apakah anda adalah salah satu pihak yang menunggu kedatangan BBM versi Android dan iOS?
source
Minggu, 16 Juni 2013
BBM Versi Android dan iOS TIDAK Akan Dirilis dalam Waktu Dekat
Rencana BlackBerry untuk melepas fitur BlackBerry Messenger menjadi multi-platform messenger tampaknya telah menjadi topik panas. Hal ini semakin dipicu oleh dirilisnya sebuah tweet oleh T-Mobile yang mengatakan bahwa BlackBerry Messenger akan siap dirilis pada 27 Juni mendatang. Namun isu yang dikeluarkan oleh perusahaan penyedia jaringan tersebut langsung dibantah oleh pihak BlackBerry.
Dalam sebuah laporan yang dirilis AppleInsider, pihak BlackBerry telah menyampaikan bantahan resmi atas isu tersebut. Melalui salah satu juru bicaranya, perusahaan asal Kanada ini mengatakan bahwa isi berita yang di-tweet oleh T-Mobile sama sekali tidak akurat. “Kami akan mengkomunikasikan berita-berita terbaru secepat mungkin,” ucap sang juru bicara.
Keputusan untuk mengubah paradigma BBM menjadi cross-platform atau multi-platform messenger pertama kali diumumkan oleh CEO Thorsten Heins pada bulan Mei, saat berlangsungnya acara BlackBerry Live 2013. Di sana, sang pria kelahiran Jerman yang telah berganti kewarganegaraan menjadi Kanada ini, mengatakan bahwa langkah strategis ini ditujukan untuk memperluas ekosistem dari BlackBerry, tak hanya dari perangkat, tetapi juga dari aplikasi.
BBM versi umum ini nantinya akan bisa dioperasikan di perangkat yang minimal telah menggunakan sistem iOS 6 dan Android 4.0. Beberapa pihak menyebutkan bahwa BBM akan mendapatkan persaingan yang ketat, karena harus langsung berhadap-hadapan dengan beberapa aplikasi messenger lainnya yang telah terkenal lebih dahulu, seperti WhatsApp, Line, WeChat, dan Apple iMessage.
Apakah anda adalah salah satu pihak yang menunggu kedatangan BBM versi Android dan iOS?
source
Biasakan Untuk Membackup Data SD Card di Komputer
Jika Anda rutin mengabadikan aktivitas jalan-jalan atau kumpul-kumpul bersama keluarga dan teman-teman terdekat dengan menggunakan smartphone Android Anda, ada baiknya kini Anda menambah satu agenda lagi untuk mengabadikan momen-momen tersebut: backup data yang tersimpan di smartphone ataupun SD card ke komputer.
Seperti halnya perangkat elektronik lain, memori internal ataupun SD card bukanlah komponen yang akan bertahan abadi dari segala macam situasi. Jika HDD dalam komputer saja bisa rusak walaupun digunakan dengan sangat berhati-hati, maka hal serupa juga sangat mungkin terjadi pada SD card dalam smartphone Anda. Telah banyak laporan yang muncul bahwa SD card mendadak mati/tidak bisa diakses dan seluruh data di dalamnya hilang, dan aplikasi recovery apapun akan kesulitan untuk menghadirkannya kembali.
Hal serupa juga berlaku untuk memori internal di dalam ponsel. Sekalipun kasus data corrupt terbilang jarang terjadi, tapi aktivitas seperti ‘tidak sengaja menghapus data’ telah menjadi sebuah masalah yang umum. Apalagi jika Anda adalah seorang pengguna yang gemar mengutak-atik smartphone dan melakukan flashing ROM, maka agenda backup data ke komputer adalah salah satu hal yang mutlak dilakukan.
Tak peduli seberapa besar/kecil kapasitas dari SD card/memori internal yang Anda gunakan, jangan pernah mengandalkan hal tersebut untuk menyimpan data-data berharga Anda. Backup data di satu komputer saja kadang juga masih beresiko, maka jangan lupa untuk membackupnya di laptop atau kumpulkan data-data tersebut dalam sebuah file, lalu burn ke dalam sebuah CD/DVD blank. Maka dari itu, waspadalah!
Langganan:
Postingan (Atom)



